Analisis Kebijakan Luar Negeri Indonesia Dalam Mempertahankan Penerapan Visa on Arrival (VOA)
Keywords:
kebijakan luar negeri, Visa on Arrival, Indonesia, hubungan bilateral, pasca pandemiAbstract
Visa on Arrival (VoA) merupakan bagian dari strategi kebijakan luar negeri Indonesia yang berperan penting dalam mendukung pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi nasional pascapandemi COVID-19. Meski berbentuk kebijakan keimigrasian, VoA mencerminkan keterbukaan Indonesia terhadap mobilitas global. Namun demikian, kebijakan ini turut menuai respons kritis, termasuk dari lembaga internasional, terkait isu keamanan dan pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan alasan Indonesia mempertahankan kebijakan VoA dan menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Menggunakan pendekatan kualitatif eksplanatif, penelitian ini mengacu pada teori Pengambilan Keputusan Kebijakan Luar Negeri (FPDM) oleh Alex Mintz yang menekankan peran dua determinan utama: faktor domestik dan internasional. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan akademisi dan pejabat Kementerian Luar Negeri, serta studi dokumen dan kebijakan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor domestik yang mendukung kebijakan ini meliputi kebutuhan pemulihan devisa negara, peningkatan jumlah wisatawan, serta keberlangsungan UMKM dan sektor pariwisata. Di sisi lain, secara internasional, VoA digunakan sebagai instrumen softt diplomacy untuk memperkuat hubungan bilateral, menjaga citra keterbukaan Indonesia, dan meningkatkan posisi tawar dalam kerja sama global. Temuan ini memperlihatkan bahwa keputusan mempertahankan VoA diambil melalui kalkulasi strategis berbasis rasionalitas terbatas, dalam merespons peluang dan tekanan global secara adaptif.
Kata Kunci: kebijakan luar negeri, Visa on Arrival, Indonesia, hubungan bilateral, pasca pandemi