PENGGUNAAN FILM HOLLYWOOD OLEH PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT DALAM PENGGAMBARAN CITRA MILITER TAHUN 2016 – 2022

Authors

  • Amanda Salsabila
  • Astiwi Inayah
  • Nibras Fadhlillah

Abstract

Penggunaan film Hollywood sebagai alat branding militer Amerika Serikat telah digunakan sejak periode Perang Dunia II. Keunggulan yang dimiliki film Hollywood dalam menyebarkan pengaruh dan membentuk opini publik menjadi alasan pemerintah Amerika Serikat memilih film Hollywood sebagai alat branding militer. Melalui branding yang dilakukan, Amerika Serikat berupaya memproyeksikan citra militer yang positif dan ideal yang divisualisasikan melalui alur film dan proyeksi kekuatan kepemilikan perlengkapan militernya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan film Hollywood oleh pemerintah Amerika Serikat dalam menggambarkan citra militer tahun 2016-2022. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini ialah soft power oleh Joseph Nye dan nation branding oleh Keith Dinnie. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis, didukung data sekunder yang berasal dari website resmi Departemen Pertahanan Amerika Serikat, doktrin DoDI 5410.16, publikasi jurnal, dan sumber daring. Dari penelitian ini, dihasilkan temuan dalam upaya nation branding penggambaran citra militer melalui penggunaan film Hollywood, DoD banyak melakukan intervensi di setiap proses produksi film. Pertama, melalui pengesahan MEC sebagai kerja sama militer dengan industri hiburan. Kedua, pengesahan doktrin DoDI 5410.16 yang menjadi alat kontrol militer terhadap media. Terakhir, citra positif dan ideal yang ingin diproyeksikan mengacu pada nation brand image yang berdasar pada citra exceptional invincibility.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Salsabila, A. ., Inayah, A., & Fadhlillah, N. . (2026). PENGGUNAAN FILM HOLLYWOOD OLEH PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT DALAM PENGGAMBARAN CITRA MILITER TAHUN 2016 – 2022. Jurnal Global Lokal, 2(1), 1–22. Retrieved from https://jurnalgloballokal.fisip.unila.ac.id/index.php/web/article/view/98