Jurnal Global Lokal https://jurnalgloballokal.fisip.unila.ac.id/index.php/web <p>Jurnal Global Lokal Universitas Lampung is published four times in 1 year by the Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, University of Lampung, as a publication media for scientific ideas and studies by students in the field of Security Studies, International Political Economy and Transnational Society. Jurnal Global Lokal’s vision is to become a scientific journal in the field of international relations that is credible, representative, consistent and highly accredited.</p> Jurusan Hubungan Internasional Universitas Lampung en-US Jurnal Global Lokal Bali Street Carnival dan Melasti Water Carnival Sebagai Bentuk Diplomasi Budaya Indonesia dalam the 10th World Water Forum https://jurnalgloballokal.fisip.unila.ac.id/index.php/web/article/view/32 <p><em>The 10th World Water Forum (WWF), held in Bali, Indonesia, with the theme “Water Shared Prosperity,” served as a global platform to discuss water resources for shared prosperity. This study examined the role of the Bali Street Carnival and the Melasti Water Carnival at the 10th World Water Forum as forms of cultural diplomacy, employing a qualitative case study approach with discourse analysis. The study employed the concepts of cultural diplomacy and soft power. As the host of this international event, Indonesia aimed to connect the importance of collaboration and sustainability awareness with the values rooted in its cultural heritage. By engaging foreign participants through cultural carnivals, Indonesia leveraged culture as a diplomatic tool to foster a positive image and promote mutual understanding among nations. </em></p> Luerdi Luerdi Maria Veni Cista Wau Nur’aini Nugrahayuningtyas Roby Rakhmadi Copyright (c) 2025 Jurnal Global Lokal 2025-12-29 2025-12-29 2 4 1 9 Pengaruh Inflasi Terhadap Realisasi Investasi Asing Langsung di Indonesia Tahun 2015–2024 https://jurnalgloballokal.fisip.unila.ac.id/index.php/web/article/view/31 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh inflasi terhadap realisasi investasi penanaman modal luar negeri (PMA) di Indonesia selama periode 2015-2024. Investasi asing merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sementara inflasi sering dipandang sebagai indikator stabilitas makroekonomi yang memengaruhi keputusan investor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana untuk menguji hubungan antara tingkat inflasi sebagai variabel independen dan realisasi PMA sebagai variabel dependen. Data yang digunakan merupakan data sekunder tahunan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap realisasi PMA di Indonesia selama periode pengamatan. Nilai koefisien determinasi yang rendah mengindikasikan bahwa variasi PMA sebagian besar dipengaruhi oleh faktor lain di luar inflasi, seperti kebijakan investasi, reformasi regulasi, agenda hilirisasi industri, serta kondisi ekonomi global. Temuan ini menunjukkan bahwa stabilitas inflasi bukan satu-satunya faktor penentu masuknya investasi asing, sehingga kebijakan peningkatan PMA perlu lebih difokuskan pada penguatan iklim investasi dan kebijakan struktural yang berkelanjutan<strong>.</strong></p> Regiana Revilia Rara Gusnita Putri Alfan Fajri Copyright (c) 2025 Jurnal Global Lokal 2025-12-29 2025-12-29 2 4 10 17 PARADIPLOMASI PEMERINTAH PROVINSI BALI DAN JAWA TENGAH DALAM MENOLAK KEHADIRAN TIMNAS ISRAEL PADA FIFA WORLD CUP U-20 TAHUN 2023 DI INDONESIA https://jurnalgloballokal.fisip.unila.ac.id/index.php/web/article/view/7 <p>Kehadiran Timnas Israel pada FIFA World Cup U-20 tahun 2023 di Indonesia memunculkan perbedaan pandangan antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah daerah khususnya pemerintah Provinsi Bali dan Jawa Tengah menolak partisipasi Timnas Israel dengan alasan solidaritas terhadap Palestina dan memegang teguh amanat konstitusi Indonesia yang anti-kolonialisme. Sedangkan pemerintah pusat berusaha memenuhi komitmen internasionalnya terhadap FIFA. Adanya keterlibatan pemerintah daerah sebagai aktor subnasional ini menunjukan bahwa aktor subnasional tidak lagi bersifat pasif, melainkan dapat menjadi kekuatan politik yang memengaruhi arah kebijakan suatu negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Penulis melakukan pengumpulan data sekunder yang berasal dari buku, jurnal ilmiah, serta situs web. Konsep yang digunakan adalah konsep paradiplomasi dan subnasional. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat tiga bentuk respon utama aktor subnasional: (1) aksi administratif berupa pengiriman surat langsung kepada pemerintah pusat, (2) pernyataan publik dan resmi yang menegaskan penolakan atas kehadiran Israel, serta (3) negosiasi vertikal dengan pemerintah pusat melalui mekanisme formal maupun tekanan opini publik. Ketiga bentuk tindakan ini memperlihatkan bahwa kepala daerah tidak hanya berfungsi sebagai administrator wilayah, melainkan juga sebagai aktor politik yang memiliki kapasitas untuk memengaruhi isu internasional.<br>Kata Kunci: Penolakan, Paradiplomasi, Subnasional, Israel, FIFA, World Cup</p> Salsabila Intania Moh. Nizar Khairunnisa Simbolon Copyright (c) 2025 Jurnal Global Lokal 2025-12-30 2025-12-30 2 4 18 34 Diplomasi Ekonomi, RED II, Uni Eropa, CPO, Indonesia https://jurnalgloballokal.fisip.unila.ac.id/index.php/web/article/view/8 <p>Kebijkakan <em>Renewable Energy Directive </em>II (RED II) Uni Eropa yang mengklasifikasikan minyak sawit mentah atau <em>Crude Palm Oil </em>(CPO) sebagai <em>high risk feedstock</em> atau bahan baku nabati berisiko tinggi dianggap mengancam keberlanjutan ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa. Kondisi ini mendorong Indonesia untuk melakukan berbagai upaya diplomasi ekonomi sebagai produsen terbesar CPO global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya diplomasi ekonomi dalam merespon kebijakan RED II uni Eropa. Penelitian ini menggunakan teori diplomasi ekonomi Bayne dan Woolcock dengan fokus menganalisis empat upaya yaitu: penguatan sertifikasi ISPO, negosiasi bilateral IEU-CEPA, serta penggunaan arena multilateral CPOPC dan WTO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka yang bersumber dari situs resmi berupa <em>website </em>dan kanal Youtube pemerintah dan badan dan asosiasi kelapa sawit yang dikelola Indonesia: Kementrian Pertanian, Ditjenbun, PASPI, GAPKI, BPDPKS, dan Kementerian Perdagangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya tersebut bersifat adaptif dan menunjukkan upaya Indonesia dalam menyesuaikan diri terhadap tekanan global yang hadir dari RED II. Upaya-upaya tersebut membentuk sinergi dan kolaborasi secara domestik dan internasional. Namun upaya-upaya ini belum mampu mengubah persepsi Uni Eropa atas CPO serta masih adanya ketimpangan kekuasaan dalam tata kelola perdagangan CPO global. Melalui tiga upaya tersebut, peneliti mendapatkan temuan bahwa upaya Indonesia melalui IEU-CEPA yang paling signifikan mendekati visi dan tujuannya sebagai respon Indonesia dalam menghadapi RED II Uni Eropa.</p> <p>&nbsp;<strong>Kata Kunci: </strong>CPO, Diplomasi Ekonomi, Indonesia, RED II, Uni Eropa</p> <p><em>The European Union’s Renewable Energy Directive II (RED II), which classifies crude palm oil (CPO) as a high-risk feedstock is perceived as a direct threat to the sustainability of Indonesia’s CPO exports to the EU. As the largest global producer of CPO, Indonesia has undertaken a series of economic diplomacy measures in responses to this directive. This research aims to describe Indonesia’s economic diplomacy efforts in addressing RED II. Guided by Bayne and Woolcock’s economic diplomacy framework, the analysis focuses on four key measures: strengthening the Indonesian Sustainable Palm oil (ISPO) certification, bilateral negotiations within the Indonesia-European Union Comprehensive Partnership Agreement(IEU-CEPA) and the utilizationof multilateral platforms through the Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) and the World Trade Organization (WTO). this study employs a qualitative method through document analysis, using official sources including such as the Ministry of Agriculture, Directorate General of Plantations, PASPI, GAPKI, BPDPKS, and the Ministry of Trade. This research findings shows that Indonesia’s responses characterized as adaptive to adjust the global pressures which striving from RED II while creating synergy between&nbsp; domestic and international efforts. However, these measures have not fully significant to change the EU’s perception on CPO and the structural power asymmetry still remains. Among all of the efforts, the IEU-CEPA demonstrate the highest effects in advancing Indonesia’s efforts in responding to the RED II.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: CPO, Economic Diplomacy, European Union, Indonesia, RED II</em></p> Basaria br. Ambarita Hasbi Sidik Simon Sumanjoyo Hutagalung Copyright (c) 2025 Jurnal Global Lokal 2025-12-30 2025-12-30 2 4 35 48 Analisis Diplomasi Twitter (Twiplomacy) Oleh Pemerintah Ukraina Selama Invasi Rusia Tahun 2022-2024 https://jurnalgloballokal.fisip.unila.ac.id/index.php/web/article/view/20 <p>Twitter (sekarang X) dalam konflik Invasi Rusia ke Ukraina telah menjadi arena pertempuran baru, terutama perang di lapangan meluas menjadi perang informasi di media sosial, yang dipenuhi disinformasi oleh Rusia. Ukraina sebagai pihak yang lebih lemah terus berjuang melawan kekuatan besar Rusia dengan memanfaatkan Twiplomacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akun Twitter resmi aktor negara Ukraina dan mendeskripsikan Diplomasi Twitter Pemerintah Ukraina selama Invasi Rusia. Penelitian ini menggunakan konsep Twiplomacy oleh Burson Cohn dan Wolfe dalam BCW Twiplomacy, yaitu digitalisasi konflik geopolitik, narasi terus terang, dan keterlibatan publik, melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten. Data yang digunakan bersumber dari keseluruhan tweet aktor negara Ukraina yaitu Presiden Zelenskyy, Menteri Fedorov, dan Kenegaraan Ukraina serta studi literatur dari website<br>resmi pemerintahan, publikasi jurnal, dan sumber daring yang kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Twitter memiliki peran strategis bagi Ukraina, seperti menyebarkan narasi, menggalang donasi dalam bentuk blockchain, dan adanya keikutsertaan masyarakat dalam konflik senjata melalui media sosial. Selain itu, ketiga akun Twitter resmi aktor negara Ukraina memiliki karakteristik dan pola Twiplomacy yang berbeda, di mana Presiden Zelenskyy berfokus pada narasi emosional yang mengharukan untuk menggalang dukungan dari pemerintah lain dan membangun empati publik, Menteri Fedorov dengan narasi emosional yang informatif dengan menyoroti teknologi drone dan starlink, serta akun negara Ukraina dengan narasi tajam melalui sarkasme, satire, dan<br>meme guna membingkai Rusia sebagai agresor. Kemudian dari ketiga akun tersebut, akun negara Ukraina memiliki interaksi terbanyak melalui konten meme dan narasi satire, diikuti akun Presiden Zelenskyy dan Menteri Fedorov. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemanfaatan Twiplomacy dapat mempercepat respon global terhadap invasi melalui dukungan internasional, baik dari aktor negara maupun aktor non-negara.</p> Shofia Astiwi Inayah Nibras Fadhlillah Copyright (c) 2025 Jurnal Global Lokal 2025-12-30 2025-12-30 2 4 46 65 Penanganan Kasus Child Soldier oleh United Nations Mission in South Sudan (UNMISS) dalam Konflik di Sudan Selatan (2013-2022) https://jurnalgloballokal.fisip.unila.ac.id/index.php/web/article/view/26 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perekrutan dan penggunaan anak-anak sebagai <em>child soldier</em> oleh pihak-pihak yang berkonflik di Sudan Selatan, yang merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan berbagai perjanjian perlindungan anak. Praktik ini tidak hanya mengancam masa depan generasi muda, tetapi juga memperpanjang siklus kekerasan dalam konflik berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanganan <em>child soldier</em> oleh United Nations Mission in South Sudan (UNMISS) dalam konflik Sudan Selatan periode 2013–2022. Penelitian ini menggunakan teori organisasi internasional oleh Rittberger, Zangl, dan Kruck dengan pendekatan kelembagaan, yang memandang organisasi internasional sebagai instrumen, arena, dan aktor independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UNMISS menjalankan ketiga fungsi tersebut. Sebagai instrumen, UNMISS dimanfaatkan oleh aktor domestik dan internasional untuk membangun citra kooperatif meskipun praktik perekrutan anak masih berlangsung. Sebagai arena, UNMISS memfasilitasi dialog, advokasi, dan koordinasi antaraktor. Sebagai aktor independen, UNMISS memiliki legitimasi formal dari Dewan Keamanan PBB, namun pelaksanaan mandatnya dibatasi oleh ketergantungan pada izin pemerintah, pembatasan mobilitas, serta keterbatasan dukungan politik dan material. Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara kewenangan formal dan realitas operasional UNMISS di lapangan.</p> Shinta Adelia Sukma Ari Darmastuti Indra Jaya Winata Copyright (c) 2025 Jurnal Global Lokal 2025-12-30 2025-12-30 2 4 65 75 Persaingan Industri dan Kebijakan Pemerintah dalam Industri Otomotif Amerika Serikat dan Tiongkok di Pasar Otomotif Global https://jurnalgloballokal.fisip.unila.ac.id/index.php/web/article/view/33 <p>Industri otomotif global saat ini didominasi oleh persaingan ketat antara Amerika <br>Serikat dan Tiongkok, di mana Tiongkok secara agresif memperluas pengaruhnya <br>melalui produksi kendaraan energi baru (NEV) dan akuisisi merek otomotif global. <br>Sebaliknya, Amerika Serikat merespons dengan kebijakan protektif guna <br>melindungi industri domestiknya, memunculkan pertanyaan: "Bagaimana <br>perbedaan kebijakan dan strategi antara Amerika Serikat dan Tiongkok membentuk <br>persaingan di industri otomotif global?" Penelitian ini menggunakan konsep <br>kebijakan industri dan strategi ekonomi global untuk mendeskripsikan pendekatan <br>masing-masing negara dalam mendukung dan melindungi sektor otomotif mereka. <br>Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan fokus pada <br>kebijakan dan strategi yang diterapkan Amerika Serikat dan Tiongkok pada periode <br>2005 hingga 2023. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen <br>kebijakan pemerintah, laporan resmi, serta publikasi akademik dan media <br>internasional yang relevan. Analisis dilakukan dengan teknik reduksi data, <br>penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memahami dinamika persaingan <br>kedua negara. Penelitian ini bertujuan pertama, mendeskripsikan persaingan yang <br>terjadi antara industri otomotif Amerika Serikat dan Tiongkok; kedua, menganalisis <br>kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah kedua negara dalam melindungi dan <br>mendukung industri otomotif nasional mereka; dan ketiga, mengidentifikasi strategi <br>yang diterapkan masing-masing negara dalam memperkuat posisi mereka di pasar <br>otomotif global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persaingan ini melibatkan <br>kombinasi kebijakan protektif, inovasi teknologi, serta ekspansi pasar global, di <br>mana Amerika Serikat lebih menekankan proteksi dan Tiongkok fokus pada <br>ekspansi agresif. Persaingan ini membentuk lanskap industri otomotif global yang <br>kompleks, diwarnai ketegangan ekonomi, inovasi, serta pengaruh geopolitik yang <br>saling memengaruhi.</p> Farhan Alfajri Ramadhan Fahmi Tarumanegara Rahayu Lestari Copyright (c) 2025 Jurnal Global Lokal 2025-12-30 2025-12-30 2 4 76 90