Paradiplomasi Kota Surabaya dengan Liverpool pada Bidang Pendidikan Inklusif, 2017-2022
Keywords:
international actorness, Liverpool, paradiplomasi, pendidikan inklusif, SurabayaAbstract
Permasalahan pada aksesibilitas, tenaga pendidik, dan fasilitas belajar masih menjadi kendala bagi efektivitas program pendidikan inklusif di Surabaya, meski berbagai inisiatif telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya hingga berhasil mendapat beberapa pengakuan. Hal ini mendorong Pemerintah Kota Surabaya menjalin paradiplomasi bersama Liverpool, yakni kota dengan pendidikan inklusif yang dinilai lebih unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendidikan inklusif di Surabaya dan menganalisis paradiplomasi Kota Surabaya dengan Liverpool pada bidang pendidikan inklusif tahun 2017–2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari studi literatur dan wawancara, serta dianalisis menggunakan konsep pendidikan inklusif dan teori paradiplomasi, terutama mengacu pada kerangka analisis menurut Brian Hocking yang menjelaskan international actorness pemerintah subnasional melalui empat aspek: tujuan dan motivasi, sumber daya, tingkat partisipasi, dan strategi. Hasilnya, komitmen untuk mengupayakan pemerataan akses pendidikan di tingkat lokal telah Surabaya realisasikan melalui penyediaan tenaga pendidik dan fasilitas, peningkatan infrastruktur ramah disabilitas, serta kolaborasi multisektoral, walau belum sepenuhnya menghapus hambatan belajar anak berkebutuhan khusus. Di sisi lain, paradiplomasi dengan Liverpool mencerminkan kapasitas Surabaya sebagai aktor subnasional yang mampu memobilisasi sumber daya manusia dan finansial, serta menjalin interaksi berlapis bersama mitra dan pemerintah pusat pada tahap pranegosiasi hingga pascanegosiasi dengan menggunakan primary strategy untuk meraih tujuannya, yaitu mencapai inklusifitas penuh pada pendidikan inklusifnya. Namun, dampak paradiplomasi ini masih parsial, sebab hanya berkontribusi meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dan belum menjangkau isu aksesibiltas maupun fasilitas belajar pada pendidikan inklusif Surabaya.