Analisis Foreign Direct Investment (Fdi) Net Inflows Negara-Negara Inovatif: Studi Komparatif Swiss, Amerika Serikat, Dan Swedia
Keywords:
inovasi, FDI net inflows, Swiss, Swedia, Amerika SerikatAbstract
Beberapa penelitian terdahulu menyatakan bahwa negara dengan inovasi yang baik dapat meningkatkan daya tarik FDI. Negara inovatif seperti Amerika Serikat dan Swedia memiliki FDI yang cukup tinggi, namun hal ini tidak terjadi pada Swiss yang pada kenyataannya memiliki peringkat inovasi lebih tinggi dari kedua negara tersebut. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2019-2023), Swiss memiliki FDI net inflows yang cukup rendah untuk ukuran negara inovatif, bahkan FDI net inflows Swiss sampai menyentuh angka minus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan FDI net inflows negara paling inovatif di dunia dengan membandingkan Swiss, Amerika Serikat, dan Swedia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif, menganalisis tiga negara inovatif menggunakan teori eklektik milik John Dunning yang dikenal dengan paradigma OLI (Ownership, Location, dan Internalization advantages). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Swiss, Amerika Serikat dan Swedia memiliki persamaan dalam Ownership Advantage, tetapi ketiganya memiliki perbedaan dalam Location dan Internalization advantage. Swiss memiliki kelemahan pada upah tenaga kerja yang tinggi, ukuran pasar yang kecil, sistem pajak berlapis, serta adanya pembatasan kepemilikan properti oleh investor asing melalui kebijakan Lex Koller, yang menjadi faktor penyebab rendahnya FDI net inflows negara tersebut.